Wednesday, December 3, 2014

Foto Adolf Hitler di Tahun 1933

 
Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel (berada di belakang fotografer) yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Dari kiri ke kanan: SA-Gruppenführer Hanns Ludin (di belakang Hanke, Führer in der SA-Gruppe Südwest), Karl Hanke (berjanggut, Hauptamtsleiter in Reichspropagandaleitung der NSDAP), Wolf-Heinrich Graf von Helldorf (SA-Führer Berlin-Brandenburg), SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), Führer Adolf Hitler (Vorsitzender der NSDAP, Oberster SA- und SS-Führer), Ernst Röhm (di belakang Hitler, Stabschef der SA), Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (tertutup oleh Goebbels, Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), SS-Gruppenführer Kurt Daluege (sedikit tertutup, Führer der SA in Berlin-Brandenburg und Leiter der SS im Gau Brandenburg); SA-Standartenführer Hanns Bunge (Abgeordneter der NSDAP für den Wahlkreis 24 (Oberbayern-Schwaben) in den Reichstag), Adolf Hühnlein (tangan bersilang di depan, Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung), dan SA-Standartenführer Dr. jur. Ludwig Fischer (hauptamtlicher Stabsleiter des Reichsrechtsamtes). Horst Wessel adalah anggota SA yang dijadikan sebagai martir partai Nazi setelah dibunuh oleh komunis tahun 1930. Dia adalah pencipta dari lagu "Die Fahne hoch" (Bendera di Ketinggian), yang lebih dikenal sebagai Horst-Wessel Lied, dan setelah kematiannya menjadi lagu kebangsaan partai Nazi dan, otomatis setelah Hitler berkuasa, juga menjadi lagu kebangsaan tidak resmi Jerman. Kuburannya kemudian dijadikan sebagai tempat ziarah "suci" para Nazi, dan bahkan beberapa pidato terkenal yang disuarakan oleh Joseph Goebbels dibuat saat berkunjung ke tempat tersebut!


 Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Meskipun Horst Wessel pada kenyataannya mati tanggal 23 Februari 1930, tapi "Todestagssammlung" alias haul-nya selalu diselenggarakan tanggal 22 Januari dengan acara utama ziarah kubur sang "Martir" Nazi. Tahun 1933 adalah untuk pertama kalinya Hitler menghadiri acara peringatan tersebut, karena tahun-tahun sebelumnya ancaman pembunuhan dari kaum komunis dan pembenci Nazi begitu nyata sehingga dia disarankan oleh pengikutnya untuk mewakilkan kehadirannya ke Goebbels, Gauleiter Berlin. Seperti biasa, identifikasi beibeh: (1) SA-Oberführer Dr. rer.pol. Achim von Arnim (Professor für Wehrwissenschaft an der Technischen Hochschule in Berlin-Charlottenburg), (2) Ernst Röhm (Stabschef der SA), (3) SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), (4) Führer Adolf Hitler, (5) SS-Sturmführer Julius Schaub (Führer z.b.V. Reichsführer-SS), (6) Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), (7) Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS), (8) SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), dan (9) Adolf Hühnlein (Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung)


 
Adolf Hitler berfoto bersama dengan para menterinya di dalam bangunan Reichskanzlei (Berlin) tak lama setelah diangkat menjadi Reichskanzler baru Jerman oleh Reichspräsident Paul von Hindenburg (Staatsoberhaupt) tanggal 30 Januari 1933. Duduk dari kiri ke kanan: Ministerpräsident Hermann Göring (Reichskommissar für Luftfahrt und das preussische Innenministerium), Reichskanzler Adolf Hitler, dan Vizekanzler Franz von Papen. Berdiri: Franz Seldte (Reichsarbeitsminister), Dr. Günther Gereke (Reichskommissar für Arbeitsbeschaffung), Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsfinanzminister), Dr. Wilhelm Frick (Reichsinnenminister), Werner von Blomberg (Reichswehrminister), dan Dr. Alfred Hugenberg (Reichsernährungsminister)


 Adolf Hitler (Führer der NSDAP) memperhatikan ribuan anggota SA (Sturmabteilung) yang menghadiri acara "Westfalen SA Treffen" (Pertemuan SA Westfalen) yang diselenggarakan di lapangan kota Dortmund, Nordrhein-Westfalen, pada tanggal 8-9 Juli 1933. Dalam acara ini sang Führer mengenakan seragam coklat khas SA. Petinggi SA yang mukanya terpotong dalam foto ini kemungkinan besar adalah SA-Gruppenführer Martin Mutschmann (Gauleiter und Reichsstatthalter Sachsen)


 Adolf Hitler berdiri di podium bersama dengan para petinggi SA (Sturmabteilung), yang menghadiri acara "Westfalen SA Treffen" (Pertemuan SA Westfalen) yang diselenggarakan di lapangan kota Dortmund, Nordrhein-Westfalen, pada tanggal 8-9 Juli 1933. Baris depan, dari kiri ke kanan: Josef Wagner (Gauleiter Westfalen-Süd), SA-Oberführer Wilhelm Schepmann (Führer SA-Gruppe Westfalen), Adolf Hitler (Führer der NSDAP), dan SA-Obergruppenführer Viktor Lutze (Führer SA-Obergruppe VI). Sedikit kelihatan di belakang kepala Hitler adalah Adolf Hühnlein (Korpsführer NSKK)


 Para petinggi Nazi menyambut Hitler yang baru saja turun dari mobil. Foto diambil di Berlin tahun 1933. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Hermann Göring (Reichstagspräsident), SS-Obergruppenführer Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), serta SS-Untersturmführer tak dikenal yang membawakan jaket tuannya dan kemungkinan adalah salah satu anggota bodyguard SS Führer


 Sampul dari buku foto "Jugend um Hitler" (Anak Muda di Sekeliling Hitler) keluaran tahun 1934 hasil karya Heinrich Hoffmann (fotografer pribadi Adolf Hitler) ini memperlihatkan saat sang Führer menyambut kedatangan bocah-bocah Jerman yang berkunjung ke tempat peristirahatan pribadinya di Haus Wachenfeld (nantinya menjadi Berghof), di Obersalzberg Berchtesgaden (Münich), awal bulan Agustus 1933. Di sebelah kanan tampak berdiri memperhatikan Reichsjugendführer Baldur von Schirach yang memakai lederhosen, sementara yang memakai seragam hitam Allgemeine-SS M1932 diantara Hitler dan Schirach adalah SS-Sturmführer Theodor "Teddy" Wisch dari SS-Sonderkommando Zossen (cikal-bakal Leibstandarte SS Adolf Hitler)


 SA-Stabschef Ernst Röhm berpidato di hadapan khalayak dalam rangkaian acara Reichsparteitag Nürnberg, tanggal 1 September 1933. Di baris depan kita bisa melihat, dari kiri ke kanan: Max Amann, Hans Frank, Baldur von Schirach, Wilhelm Grimm, Karl Fiehler, Dr. Otto Dietrich, Walther Darré, Joseph Goebbels, Robert Ley, Walter Buch, Franz Xaver Schwarz, kursi kosong (kemungkinan milik Röhm), Adolf Hitler, dan kursi kosong lainnya (kemungkinan milik Rudolf Hess). Di sebelah kanan juga terlihat Rudolf Hess, Hermann Kriebel, Franz Ritter von Epp, serta Edmund Heines. Di deretan kursi baris kedua dan ketiga di belakang adalah para Gauleiter, diantaranya yang bisa diidentifikasi adalah Robert Wagner, Josef Grohé, Otto Hellmuth, Walther Oberhaidacher, Karl Weinrich, Bernhard Rust, Albert Forster, Hinrich Lohse... dan kemungkinan si botak Julius Streicher yang tertutup oleh Hitler. Reichsparteitag ke-5 ini digelar dari tanggal 30 Agustus s/d 3 September 1933, dan diberi judul "Reichsparteitag des Sieges" (Kumpulan Kemenangan). Kata "Sieges" (kemenangan) merujuk pada naiknya Nazi ke tampuk kekuasaan, sekaligus kemenangan atas Republik Weimar. Film "Der Sieg des Glaubens" karya Leni Riefenstahl dibuat dengan mengambil setting Reichsparteitag tahun ini. Hitler juga mengumumkan bahwa mulai tahun 1933 dan seterusnya, acara tahunan Reichsparteitag akan tetap diselenggarakan di Nürnberg


Foto ini diambil dari koleksi film milik Reichskanzlei (Kekanseliran Reich) dan memperlihatkan Adolf Hitler dengan wajah suram berjalan melalui wilayah perumahan yang tinggal puing-puing berserakan di Oeschelbronn, Württemberg (Jerman), tanggal 14 September 1933. Empat hari sebelumnya, 10 September 1933, sebuah pabrik amunisi meledak dengan dahsyat sehingga menghancurkan 203 rumah (berita selengkapnya bisa dibaca DISINI), dan penyebabnya tak pernah diketahui. Setelah peristiwa ledakan gas di pabrik baja yang berujung pada mengalirnya simpati masyarakat terhadap kota Neunkirchen di tanggal 10 Februari 1933 sebelumnya, pemerintah Nazi memutuskan untuk "memanfaatkan" kehancuran Oeschelbronn demi memperbesar image umum Sang Führer di mata rakyatnya. Foto di atas dimanfaatkan oleh Menteri Propaganda Joseph Goebbels untuk menggambarkan hubungan dekat Hitler dengan rakyat Jerman kebanyakan. Bertahun-tahun kemudian, ketika Hitler sudah tidak mampu lagi untuk memaksakan dirinya melakukan kunjungan ke kota-kota Jerman yang dibombardir Sekutu, maka foto ini lah yang kemudian digunakan! Hitler, yang murka atas pemboman tidak berperasaan Sekutu terhadap rakyatnya, akan memerintahkan mobil Mercedes-nya berkeliling kota ke sekitar wilayah pemboman TANPA dia (yang menolak untuk menyaksikan kehancuran Jerman secara langsung!). Begitu efektifnya propaganda Goebbels, sehingga tidak hanya rakyatnya yang tertipu dan menyangka bahwa foto di atas dibuat di masa Perang Dunia II sedang berkecamuk, tapi juga Wikipedia yang dengan sembrono menyebutkan bahwa foto ini diambil di tahun 1944!


Mulai dari tahun 1933 (setelah Hitler naik ke tampuk kekuasaan), setiap tanggal 9 November diadakan peringatan besar-besaran untuk mengenang kudeta Nazi yang gagal di tahun 1923. Salah satu acara utama yang digelar adalah reka-ulang jalan kaki di Münich, dengan rute dari Bürgerbräukeller menuju Feldherrnhalle. Disini para veteran utama kudeta tersebut akan berjalan bersama dengan Hitler (disebut sebagai Führergruppe), dengan dipimpin oleh fahnenträger (pemegang bendera) yang membawa "Blutfahne" (Bendera Darah). Foto ini memperlihatkan saat para peserta prosesi telah mencapai ujung Residenzstraße


Reka ulang perjalanan dari Bürgerbräukeller ke Feldherrnhalle yang dilakukan oleh Führergruppe (pelaku utama kudeta di sekeliling Hitler) dalam peringatan Beer Hall Putsch (Kudeta Aula Bir) yang ke-10 di Münich, tanggal 9 November 1933. Disini terlihat Julius Streicher (botakers) memimpin di depan, bersanding dengan fahnenträger (pemegang bendera) yang membawa "Blutfahne" (Bendera Darah), diikuti oleh Adolf Hitler dan kawan-kawan. Sang pembawa bendera adalah SS-Gruppenführer Rolf Reiner. Nantinya dia didepak dari posisinya dan dipenjarakan setelah peristiwa "Nacht der langen Messer" (Night of the Long Knives / Malam Pisau Panjang) tahun 1934, karena dianggap terlalu dekat dengan SA-Stabschef Ernst Röhm (yang dieksekusi oleh SS). Posisinya sebagai pembawa bendera digantikan oleh Jakob Grimminger, sampai dengan akhir kekuasaan Nazi


Foto ini diambil di Wilhelmshaven tanggal 12 Desember 1933 dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk kapal penjelajah ringan "Köln" yang dihadiri oleh para petinggi Nazi dan Reichswehr. Dari kiri ke kanan: Tidak diketahui, SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), SS-Oberführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), Admiral Dr.phil.h.c. Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Reichswehr). Hitler sendiri untuk pertama kalinya mengunjungi pangkalan angkatan laut Jerman tersebut tahun 1929 ditemani oleh Rudolf Hess dan Heinrich Himmler, dan tercatat berkunjung sebanyak 20 kali sampai dengan akhir perang. Perhatikan perbedaan cara hormat antara para pejabat Nazi dengan petinggi militer dalam foto ini!


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com

No comments: