Wednesday, December 3, 2014

Foto Adolf Hitler di Tahun 1940


Adolf Hitler dan staff-nya dalam sebuah perayaan di Berghof Obersalzberg. Foto ini biasanya dilabeli sebagai perayaan ulangtahun Hitler di tahun 1943 (bahkan 1944), meskipun sebenarnya merupakan perayaan tahun baru 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Christa Schroeder (Hitlers Sekretärin), Eva Braun (kekasih Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Margarete "Gretl" Braun (adik Eva Braun yang nantinya menikah dengan SS-Gruppenführer Hermann Fegelein), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef). Baris tengah: Gerda Daranowski (Hitlers Sekretärin), Prof. Dr. med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), Margarete Weber (istri dari Albert Speer), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris belakang: Hannelore "Hanni" Moller (istri Theo Morell), Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Gerda Buch (istri Martin Bormann), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Sturmbannführer Heinrich Heim (Leiter Abteilung Rechtstfragen in Amt Staatsrechtlichefragen in Amt Stellvertreter des Führers)


 Acara peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan), yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 10 Maret 1940. Hitler menginspeksi Ehrenbataillon (Batalyon Kehormatan) Wehrmacht di Unter den Linden sebelum melakukan upacara penyimpanan karangan bunga di Ehrenmal (Monumen Kehormatan). Baris depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Tertutup oleh Hitler adalah Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)



 Di dalam ruangan Ehrenmal (Monumen Kehormatan), para petinggi militer Nazi memberi salam penghormatan kepada arwah para pahlawan Jerman yang telah gugur, dalam peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 10 Maret 1940. Berdiri menghadap ke arah kiri, dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Foto-foto lengkap Heldengedenktag lainnya bisa dilihat DISINI



 Upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Artillerie Prof.Dr.-Ing. Dr.Phil.h.c. Karl Becker (Chef Heeres-Waffenamt), yang diselenggarakan di Technische Hochschule Berlin, tanggal 12 April 1940. Becker meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 April 1940, akibat dari bunuh diri. Selama berbulan-bulan dia mengalami depresi karena mendapat tekanan dari Hitler dan atasannya, yang menyalahkannya atas menurunnya kapasitas produksi mesin-mesin perang Jerman. Bunuh dirinya sang jenderal ditutupi dengan upacara pemakaman kenegaraan yang megah, yang dihadiri langsung oleh Adolf Hitler. Dalam foto ini, tiga orang yang berada di belakang sang Führer adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe). Di belakangnya lagi adalah para ajudan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres)


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat dari Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) - yang memberikan salam hormat Nazi - di hari ulangtahunnya yang ke-51, tanggal 20 April 1940. Meskipun Angkatan Bersenjata Jerman baru secara resmi mengadopsi salam Nazi dari mulai tanggal 20 Juli 1944 (setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap Hitler), tapi salam khas partai ini sudah digunakan secara terbatas dari bertahun-tahun sebelumnya, terutama bila berhadapan dengan sang Führer langsung. Foto ini diambil oleh fotografer pribadi Hitler, Heinrich Hoffmann. Foto-foto lain dari Führergeburtstag (perayaan ulang tahun Hitler) bisa dilihat DISINI



Upacara penganugerahan Ritterkreuz untuk para prajurit Fallschirmjäger-Sturmabteilung "Koch" yang berprestasi dalam pendudukan negara-negara Bawah (Belanda dan Belgia). Upacara diselenggarakan di Führerhauptquartier "Felsennest", Rodert, dekat Bad Münstereifel, tanggal 13 Mei 1940. Baris depan, dari kiri ke kanan: 01- Leutnant Egon Delica - RK 12.05.1940 (Leutnant stellv. Führer Sturmgruppe "Granit"); 02- Hauptmann Walther Koch - RK 10.05.1940 (Hauptmann Kdr LL-Sturm.Abt "Koch"); 03- Hitler; 04- Leutnant der Reserve Joachim Meißner - 12.05.1940 (Leutnant d.R. stellv. Führer Sturmgruppe "Eisen"); dan 05- Oberleutnant Gustav Altmann - 12.05.1940 (Oberleutnant Führer Sturmgruppe "Stahl"). Sekarang ke baris belakang, dari kiri ke kanan: 01- Oberleutnant Rudolf Witzig - 10.05.1940 (Oberleutnant Führer Sturmgruppe "Granit"); 02- Oberleutnant Otto Zierach - 15.05.1940 (Oberleutnant d.R. Ia LL-Sturm.Abt "Koch"); 03- Leutnant Helmut Ringler - 15.05.1940 (Leutnant d.R. s.MG-Halbzugführer i. d. Sturmgruppe "Stahl"); 04- Oberleutnant Walter Kiess - 12.05.1940 (Oberleutnant Chef Lastensegler-Kdo i. d. LL-Sturm.Abt "Koch"); dan 05- Oberarzt Dr. Rolf Jäger - 15.05.1940 (Oberarzt Truppenarzt i. d. LL-Sturm.Abt "Koch"). Sebenarnya ada 12 orang Fallschirmjäger yang dianugerahi Ritterkreuz di hari itu, tapi ada tiga orang yang tidak ikutan berpose bareng Hitler, dan mereka adalah: Feldwebel Helmut Arpke - KC 13.05.1940 (Feldwebel i. d. Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Martin Schächter - KC 12.05.1940 (Leutnant Führer Sturmgruppe "Eisen" (terluka dan sedang dirawat di rumah sakit), dan Leutnant Gerhard Schacht - KC 12.05.1940 (Leutnant Führer Sturmgruppe "Beton")


Upacara penganugerahan Ritterkreuz untuk para prajurit Fallschirmjäger-Sturmabteilung "Koch" yang berprestasi dalam pendudukan negara-negara Bawah (Belanda dan Belgia). Upacara diselenggarakan di Führerhauptquartier "Felsennest", Rodert, dekat Bad Münstereifel, tanggal 13 Mei 1940. Para penerima yang berbaris, dari kiri ke kanan: Hauptmann Walther Koch, Oberleutnant Rudolf Witzig, Oberleutnant Gustav Altmann, Oberleutnant Walter Kiess, Oberleutnant Otto Zierach, Leutnant der Reserve Joachim Meißner, Leutnant Egon Delica, Oberarzt Dr. Rolf Jäger, and Leutnant Helmut Ringler


 
Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) mendapat sambutan meriah dari para prajurit Wehrmacht yang mengangkat tangan mereka memberi salam hormat "Hitlergruß" dalam acara kunjungan sang Führer ke Hauptquartier (Markas Besar) Heeresgruppe A di Bastogne, Belgia, pada tanggal 17 Mei 1940. Berdiri di atas mobil Mercedes-Benz G-4, dari kiri ke kanan: Hitler, SS-Sturmbannführer Heinz Linge (persönliche Ordonnanz Hitlers), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Sebagai supir (tidak terlihat disini) adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka


Adolf Hitler bersama para staffnya berfoto bersama di Hauptquartier Felsennest (Münstereifel) awal bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan, baris pertama: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda); Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); Führer Adolf Hitler; Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamtes); SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers); Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris kedua : Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (tertutup topi Keitel, Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenshatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe); Heinz Lorenz (sedikit terhalang oleh Bodenshatz, deutscher Pressesekretär im Führerhauptquartier); SS-Oberführer Walther Hewel (di atas kepala Hitler, Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler); Prof. Walter Brugmann (berkacamata, Leiter Baugruppe des Luftrüstungsprogramms); Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); SS-Gruppenführer Julius Schaub (di atas kepala Jodl, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler); SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS); Prof.Dr.med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt); dan SS-Obersturmführer Hans-Georg Schulze (Hitlers Ordonanz-Offizier)


Adolf Hitler berkendara keliling kota Münich menggunakan sebuah "Großer Mercedes" bersama dengan tamunya, diktator Fasis Italia Bennito Mussolini, tanggal 18 Juni 1940. Pada hari itu Mussolini tiba di kota kelahiran Nazi tersebut bersama dengan Menteri Luar Negeri sekaligus menantunya, Conte Galeazzo Ciano, untuk mendiskusikan masa depan kedua negara dalam peperangan melawan musuh-musuhnya. Hitler sebenarnya sedikit kecewa karena Italia baru menyatakan perang terhadap Prancis dan Inggris tanggal 10 Juni 1940, saat kemenangan untuk Jerman sudah di depan mata dalam Pertempuran Prancis. Tidak hanya itu, Mussolini juga "merajuk" pada Hitler agar negaranya ikut mencicipi wilayah jarahan di Prancis selatan yang belum diduduki Wehrmacht. Hitler tentu saja ogah membiarkan sekutu barunya tersebut ikut menikmati hasil yang telah dengan susah payah diraihnya. Karenanya dalam perjanjian penyerahan diri Prancis pada tanggal 22 Juni 1940, dia mengajukan syarat yang lunak yang memperbolehkan mantan musuhnya tersebut untuk tetap menguasai wilayah selatan dengan membentuk pemerintahan boneka Vichy. Mengetahui hal ini, Mussolini marah karena merasa peranannya hanya dijadikan sebagai "kelas dua", tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubahnya!


Foto karya Fritz Schulz dari firma Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) sedang membahas strategi penyerangan akhir ke Prancis bersama dengan para jenderal-jenderalnya di Kartenraum (ruang peta) Führerhauptquartier Wolfsschlucht, Brûly-de-Pesche (Belgia), tanggal 20 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef Wehrmacht-Führungsamt Jodl), Generalmajor Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), Hitler, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht, OKW), dan Großadmiral Dr.phil.h.c. Erich Raeder (Chef des Oberkommandos der Kriegsmarine, OKM)

 
Pada pukul 15:00 tanggal 21 Juni 1940, Hitler dan para pengiringnya tiba di Clairière de l'Armistice (Lapang Gencatan Senjata) di Hutan Compiègne, Prancis. Dia datang dengan menaiki mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam yang disupiri oleh SS-Sturmbannführer Erich Kempka. Sang Führer disambut oleh para petinggi Nazi yang telah hadir terlebih dahulu: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), dan Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen)


Sebelum dimulainya negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dan Prancis yang diselenggarakan di Clairière de l'Armistice, Compiègne (Prancis), tanggal 21 Juni 1940, para petinggi Third Reich ngobrol-ngobrol sebentar, yang dilanjutkan dengan naiknya mereka semua ke Compiègne Wagon untuk menunggu kedatangan delegasi Prancis. Semuanya mendengarkan dengan santai saat sang Führer ngacapruk, sementara di latar belakang terlihat gerbong bersejarah Compiègne Wagon yang nantinya akan menjadi lokasi penandatanganan. Gerbong tersebut bertulisan "Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens" (Perusahaan Kereta-Tidur Internasional dan Express Akbar Eropa). Sebagai identifikasi orang-orang yang nongol dalam foto ini, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) serta Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


 Sebelum dimulainya negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dan Prancis yang diselenggarakan di Clairière de l'Armistice, Compiègne (Prancis), tanggal 21 Juni 1940, para petinggi Third Reich ngobrol-ngobrol sebentar, yang dilanjutkan dengan naiknya mereka semua ke Compiègne Wagon untuk menunggu kedatangan delegasi Prancis. Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Göring; Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Hermann Göring (membelakangi kamera; Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Joachim von Ribbentrop (membelakangi kamera; Reichsminister des Auswärtigen), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Orang yang nyempil sendirian di sebelah kanan adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chef-Adjutant Führer und Reichskanzler). Di latar belakang kita bisa melihat patung Marsekal Ferdinand Foch, panglima Sekutu yang memimpin perundingan damai di tempat yang sama 22 tahun sebelumnya, yang mengakhiri Perang Dunia Pertama dengan kekalahan di pihak Kekaisaran Jerman




21 Juni 1940: Setelah mengobrol sebentar dengan para petinggi Nazi Jerman, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menaiki Compiègne Wagon untuk selanjutnya menunggu tibanya delegasi Prancis (yang datang beberapa menit kemudian). Meskipun diambil dari kejauhan, tapi kita masih bisa mengenali wajah-wajah "familiar" dalam foto berwarna asli hasil jepretan Hugo Jaeger ini, diantaranya adalah: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chef-Adjutant Führer und Reichskanzler)


21 Juni 1940: Delegasi Jerman tampak sedang menunggu kedatangan delegasi Prancis dalam perundingan gencatan senjata yang akan mengakhiri perang antara kedua negara. Perundingan ini diselenggarakan selama dua hari (21-22 Juni 1940), di dalam Compiègne Wagon yang diparkir di Hutan Compiègne, persis di lokasi yang sama dimana Jerman menyerah kalah dalam Perang Dunia Pertama tahun 1918. Dalam foto ini kita bisa melihat, duduk searah jarum jam: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer). Yang sedang menjepretkan kameranya diantara Ribbentrop dan Raeder adalah Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler; sementara bintara SS yang berada paling dekat dengan kamera adalah SS-Hauptscharführer Otto Günsche (Adjutant Führer und Reichskanzler)


21 Juni 1940: 12 menit setelah kedatangan delegasi Prancis di gerbong kereta yang dipakai sebagai tempat negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dan Prancis, Hitler berdiri, memberi hormat dengan kaku, dan pergi meninggalkan kereta. Waktu menunjukkan pukul 15:42 (seluruh prosesi penyerahan sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit). Hitler dan rombongan lalu meninggalkan lokasi, dengan diiringi lagu "Deutschland, Deutschland uber Alles" serta "Horst Wessel" yang dibawakan oleh Musikkorps Führer-Begleit-Bataillon. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer memberi hormat kepada Oberstleutnant Kurt Thomas (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon) sebelum mampret. Di belakang Hitler berdiri, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)


 Dengan diiringi oleh para petinggi militer Nazi Jerman serta ajudannya, Hitler meninggalkan lokasi Clairière de l'Armistice, Compiègne (Prancis), setelah menyerahkan draft syarat gencatan senjata kepada delegasi Prancis, tanggal 21 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), dan Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Hauptmann Nikolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chef-Adjutant Führer und Reichskanzler)

Foto diambil di balkon Neue Reichskanzlei yang menghadap Wilhelmplatz tanggal 6 Juli 1940, sekembalinya Hitler ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald (28 Juni - 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler (Führer und Reichsanzlei), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe). Foto ini sering nongol di History Channel!



6 Juli 1940: Rakyat Jerman menyambut dengan penuh sorak-sorai para pemimpin mereka yang berdiri di balkon bangunan Neue Reichskanzlei (Berlin) yang menghadap Wilhelmplatz, yang baru saja meraih kemenangan gilang-gemilang di Front Barat melawan pasukan Sekutu. Hitler sendiri baru saja balik ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald, yang berlangsung selama seminggu (28 Juni s/d 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Dua orang yang berada di ujung kanan kemungkinan adalah awak kamera. Foto paling bawah memperlihatkan sebuah mobil yang nangkring di bawah balkon. itu adalah Mercedes-Benz 320 Pullman Limousine (1937)


Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta para penerima: Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Masih dalam upacara pengangkatan para jenderal dan marsekal baru Jerman yang diselenggarakan tanggal 19 Juli 1940 di Krolloper. Ini adalah para Marsekal anyar Luftwaffe, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Chef Luftflotte 2). Total terdapat lima orang Marsekal Luftwaffe, dan sisa dua orang lagi diangkat setelah acara ini: Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen (16 Februari 1943) dan Generalfeldmarschall Robert Ritter von Greim (25 April 1945)


Masih dalam upacara pengangkatan para jenderal dan marsekal baru Jerman yang diselenggarakan tanggal 19 Juli 1940 di Krolloper. Foto ini memperlihatkan Hitler menyalami para Generaloberst baru yang diangkat pada hari yang sama. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (punggung menghadap ke kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Selanjutnya adalah orang-orang yang naik pangkat menjadi Generaloberst: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Friedrich Dollmann (tidak kelihatan, Oberbefehlshaber 7. Armee), General der Kavallerie Ewald von Kleist (tidak kelihatan, Kommandierender General XXII. Armeekorps [motorisiert]), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (bersalaman dengan Hitler, Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps). Uniknya, para Generaloberst baru (dari Halder sampai Hoth) berdiri sesuai susunan senioritasnya! Generaloberst lain yang diangkat di hari yang sama tapi tidak kelihatan dalam foto ini adalah (sesuai urutan dari kiri ke kanan setelah Hoth): General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps), General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armeegruppe XXI), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Artillerie Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres). Total ada 14 Generaloberst baru!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berfoto bersama dengan General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen) di Reichskanzlei tanggal 20 Juli 1940. Di hari itu Dietl mendapat pengalungan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #1 secara resmi dari Hitler meskipun berita penerimaannya telah diterima sehari sebelumnya (19 Juli 1940). Dietl mendapatkan Eichenlaub nomor urut pertama tersebut setelah dia memperlihatkan prestasi yang mengesankan dalam memimpin pasukannya di Norwegia sebagai Generalleutnant dan Kommandeur Gruppe Narvik


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Major Günther Lützow (Geschwaderkommodore JG 3) pada tanggal 18 September 1940 yang diserahkan langsung oleh Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Diantara Lützow yang sedang menghormat salam Nazi dan Hitler adalah Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht)


Upacara penganugerahan Eichenlaub untuk jagoan udara Luftwaffe Major Werner Mölders yang diselenggarakan di Reichskanzlei, Berlin, tanggal 23 September 1940. Mölders tercatat sebagai penerima Eichenlaub urutan kedua setelah Generaloberst Eduard Dietl, dan dia menerimanya setelah mencetak 40 fliegerabschüsse (kemenangan udara), dan menjadi pilot pertama yang mencapainya dalam Perang Dunia II!



Duo Adolf: Oberstleutnant Adolf Galland (Geschwaderkommodore JG 26) dan Adolf Hitler di hari penganugerahan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, 25 September 1940, di Reichskanzlei, Berlin. Galland adalah orang ketiga yang mendapatkannya setelah Eduard Dietl dan Werner Mölders, dan medali tersebut diberikan setelah dia menembak jatuh pesawat yang ke-40 dalam Pertempuran Britania tanggal 24 September 1940


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberi salam hormat kepada masyarakat Jerman yang menyambutnya di stasiun kereta api Ostmark (wilayah perbatasan Timur), dalam perjalanan menuju Brenner (Austria) untuk bertemu dengan pemimpin Italia Benito Mussolini, tanggal 4 Oktober 1940. Di sepanjang jalan dan di stasiun-stasiun yang disinggahinya, sang Führer mendapatkan sambutan yang meriah dari warga setempat. Perwira SS di bawah lengan Hitler yang memegang kamera adalah SS-Standartenführer Edmund Christoph (Deputi Gauleiter Franz Hofer di Innsbruck/Tirol). Dia mengenakan seragam Allgemeine-SS abu-abu dengan ärmelstraifen (pita lengan) bertuliskan "XXXVI", yang menunjukkan bahwa pemakainya bertugas di SS-Abschnitt XXXVI Salzburg/Innsbruck (foto yang memperlihatkan anggota Allgemeine-SS mengenakan seragam abu-abu tidaklah banyak beredar, dan ini adalah salah satunya!). Foto ini sendiri diambil oleh fotografer pribadi Hitler, Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 6 Oktober 1940


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berfoto bersama dengan Major Helmut Wick (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") setelah upacara penganugerahan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diselenggarakan di Berchtesgaden pada tanggal 8 Oktober 1940. Tak lama setelah kemenangan udaranya yang ke-41 tanggal 5 Oktober 1940, Wick menerima perintah pada tanggal 6 Oktober 1940 untuk melaporkan diri pada Reichsmarschall Hermann Göring pukul tiga sore keesokan harinya. Cuaca yang buruk membuat dia memilih untuk berkendara sendiri dari Normandia ke Berlin menggunakan mobil. Dengan ditemani oleh wingman sekaligus sahabatnya, Oberleutnant Rudolf Pflanz, Wick berkendara sepanjang malam dan tiba di Reichsministerium tepat pada waktunya untuk bertemu dengan Göring, Generalfeldmarschall Erhard Milch, Generaloberst Ernst Udet, General der Flieger Kurt Student dan General der Flieger Karl Bodenschatz. Setelah pertemuan di Berlin, Wick bersama dengan Göring pergi ke Berchtesgaden dengan menggunakan kereta api pribadi sang Reichsmarschall. Mereka tiba pukul lima sore pada tanggal 8 Oktober 1940 untuk upacara penyerahan Eichenlaub secara resmi dari tangan Adolf Hitler. Wick kemudian diperkenalkan secara resmi sebagai "pahlawan Jerman" ke hadapan para wartawan dalam dan luar negeri oleh Kepala Pers Third Reich Dr. Otto Dietrich dalam sebuah konferensi pers. Penampilannya yang terkesan sombong dan mengolok-olok para korbannya meninggalkan impresi yang buruk pada kebanyakan insan pers yang hadir, dan Majalah Life sampai menyebutnya sebagai seorang "busybody" (tukang ikut campur)!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berkesempatan untuk menyapa para suster DRK (Deutsches Rotes Kreuz) yang menyambutnya di stasiun Laon, dalam perjalanan ke Montoire-sur-le-Loir, Prancis, tanggal 22 Oktober 1940. Di jendela Führersonderzug "Amerika" sebelah kanan, ikut menongolkan kepala NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I und Leiter der Privatkanzlei des Führers in Führerkanzlei), sementara yang berdiri membelakangi kamera paling kiri kemungkinan besar adalah perwira Reichsbahn (Jawatan Kereta Api Jerman). Di bulan Oktober 1940 Hitler berangkat menuju Prancis dan Italia untuk mengadakan pertemuan di tanggal 22 Oktober (dengan Wakil-Presiden Kabinet Prancis Pierre Laval) serta 24 Oktober (dengan Laval dan Marsekal Philippe Pétain) di Montoire, juga tanggal 23 Oktober (dengan pemimpin Spanyol Francisco Franco) di Hendaye, dan puncaknya tanggal 28 Oktober (dengan pemimpin Italia Benito Mussolini) di Firenze. Semuanya ditempuh menggunakan kereta api pribadi Hitler yaitu Führersonderzug "Amerika". Video mengenai perjalanan sang Führer terdapat dalam "Die Deutsche Wochenschau" nomor 530 (30 Oktober 1940), tepatnya dimulai pada menit 14:40


28 Oktober 1940: Masyarakat kota Firenze/Florence menyambut dengan gegap gempita saat Adolf Hitler dan Benito Mussolini lewat dengan mobil Alfa Romeo 6C 2300, yang diiringi oleh barisan pengawal serta para pejabat tinggi. Di latar belakang adalah bangunan katedral Firenze yang dinamakan Basilico di Santa Maria del Fioro. Foto ini diabadikan oleh fotografer dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan dalam "Das Reich" edisi no.24 tahun 1940


 Berlin: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberi ucapan selamat pada Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) yang berulang tahun ke-60 pada tanggal 3 Desember 1940. Di belakang Hitler berdiri, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Hansgeorg Schulze (Ordonanz-Offizier des Führers Adolf Hitler), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Engel tidak lupa membawa serta kotak pembungkus sebagai hadiah ultah buat Von Bock. Dari bentuknya yang persegi panjang kemungkinan besar bingkisan tersebut berisi dildo... Aaaaw!



Adolf Hitler menganugerahkan Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP (NSDAP Badge in Gold) kepada Generalleutnant (Luftwaffe) Karl-Heinrich Bodenschatz di Reichskanzlei, Berlin, tanggal 10 Desember 1940


 Jamuan makan untuk menyambut acara kunjungan Hitler ke markas Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" di Château de Bonnance di Abbeville, Prancis utara, satu hari sebelum Natal tahun 1940. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Rolf Pingel (Gruppenkommandeur I./JG 26); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Oberstleutnant Adolf Galland (Geschwaderkommodore JG 26); dan Hauptmann Gerhard Schöpfel (Gruppenkommandeur III./JG 26)


 Masih dalam acara kunjungan Adolf Hitler ke JG 26. Menghadap kamera, dari kiri ke kanan (dimulai dari panah merah paling kiri): Oberleutnant Gustav Sprick (Staffelkapitän 8./JG 26); Hauptmann Walter Adolph (Kommandeur II.Gruppe/JG 26 "Schlageter"); Hauptmann Rolf Pingel (Kommandeur I.Gruppe/JG 26 "Schlageter"); Führer Adolf Hitler, Oberstleutnant Adolf Galland (Kommodore JG 26); dan Hauptmann Gerhard Schöpfel (Kommandeur III.Gruppe/JG 26 "Schlageter"). Baris tengah yang menghadap ke kanan, paling tengah adalah Leutnant Karl Borris (5./JG 26)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.elektra.bsb-muenchen.de 
www.forum.axishistory.com 
www.hitlerpages.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: