Saturday, December 6, 2014

Foto Tokoh Third Reich Peraih Frontflugspange für Kampfflieger (Close Combat Clasp for Bomber Pilots)



Hauptmann Rudolf Abrahamczik (17 April 1920 – 4 December 1996) adalah pilot pembom Luftwaffe dari Kampfgeschwader 40 dan Kampfgeschwader 2 yang berpengalaman menerbangkan pesawat-pesawat seperti Messerschmitt Me 410, Junkers Ju 188, dan Messerschmitt Me 262A/1a (Jabo). Perwira yang sangat populer di kalangan rekan-rekannya ini dianugerahi medali-medali: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1941) dan I.Klasse (8 April 1942); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (29 Juli 1942); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (21 September 1942); Deutsches Kreuz in Gold (12 Januari 1943); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (29 Februari 1944). Selama karirnya dia terlibat dalam 233 feindflug (misi tempur) dimana 69 di antaranya dibukukan di Front Timur dan 164 di Front Barat. Dari situ, 69 di antaranya dengan menggunakan Me 262 dan 7 sebagai pilot pemburu. Dia mencatat tiga kemenangan udara


  
Oberfeldwebel Reinhard Aigen (20 Mei 1913 - 19 September 1943) mengawali karirnya tanggal 6 Desember 1934 sebagai Schütze di 2.Schwadron / Fahrrad-Abteilung Lübeck. Setahun kemudian dia ditransfer ke Luftwaffe dan bertugas sebagai Bordmechaniker (teknisi terbang). Dalam kampanye di Polandia, Aigen menyelesaikan 17 feindflug (misi tempur), Norwegia 11 feindflug, dan Barat 27 feindflug. Pada bulan Agustus 1941 Aigen dan unitnya dipindahkan ke Rusia dan disana dia menyelesaikan 300+ feindflug. Pada awal tahun 1943, Gruppe-nya mengonversi pesawat Heinkel He 111 mereka menjadi Heinkel He 177. Setelah sempat menjadi instruktur selama beberapa waktu, Aigen dipanggil kembali untuk bertugas tanggal 1 September 1943. Hanya berselang 19 hari kemudian, dia dan seluruh awak He 111 H-16 (Werknummer 161.384) 5J+ER kehilangan nyawanya saat pesawat pembom mereka mengalami masalah mesin setelah menembus awan tebal di atas Orsha, Belarusia. Mereka adalah (selain Aigen): Flugzeugführer Unteroffizier Walter Fock, Beobachter Hauptmann Paul Strobel, Bordfunker Obergefreiter Georg Arnold, dan Bordschütze Unteroffizier Ewald Oetken. Aigen kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 9 Juni 1944 sebagai Bordmechaniker di 7.Staffel / III. Gruppe / Kampfgeschwader 4 (KG 4) "General Wever" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 6, dan menjadi Bordmechaniker pertama yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Fliegerschützenabzeichen für Bordschützen und Bordmechaniker #8645/37 (18 November 1937); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 jahre (30 April 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (28 September 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (24 oktober 1939) dan I.Klasse (12 September 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (25 Maret 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Juni 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 September 1943, diterima atas luka-luka yang dideritanya tanggal 4 September 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (6 Maret 1942). Aigen secara total telah terlibat dalam 447 feindlug, dengan 313 di antaranya dibukukan di Front Timur. 68 misinya memakan waktu lebih dari empat jam sehingga dihitung dua. Jadinya total misinya secara teori adalah 515


Major Heinz-Günter Amelung (9 April 1917 – 26 Desember 1964) masuk Marineschule di Flensburg tahun 1935 tapi ditransfer ke Luftwaffe setahun kemudian. Dia berpartisipasi dalam kampanye di Polandia dan Belgia sebagai pilot Stuka di 6./StG 77. Setelah menjadi Staffelkapitän 5.Staffel tanggal 1 September 1940, Amelung ikut serta dalam invasi ke Balkan dan Rusia tahun 1941. Sampai dengan bulan Juli 1942, dia tercatat telah menghancurkan enam buah jembatan, 27 tank, 16 meriam artileri, 12 senjata anti pesawat udara, plus beberapa kapal laut dari berbagai jenis (freighter, suplai, monitor dan patroli)! Dari tanggal 5 Juli 1942 dia ditarik dari tugas tempur dan menjadi Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) de facto Chef des Stabes dari StG 77, sebelum dilanjutkan menjadi Begleitoffizier (Perwira Pengiring) Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen (Luftflotten-Chef des IV. Fliegerkorps). Sampai dengan akhir perang Amelung telah terlibat dalam 320 misi tempur. Setelah Perang Dunia II usai dia melanjutkan karir di Bundesluftwaffe (1956 - 26 Desember 1964) dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant. Amelung dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 15 Juli 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 77 (StG 77) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Flugzeugführerabzeichen; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse; Eisernes Kreuz II.Klasse (28 September 1939) dan I.Klasse; Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (24 November 1941)



Hauptmann Ernst Andres (19 September 1921 – 11/12 Februari 1945) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 15 November 1939. Setelah menjalani pelatihan sebagai pilot (termasuk belajar di Blindflugschule, Sekolah Terbang Buta) dan menjajal berbagai tipe pesawat Luftwaffe yang berbeda (Fw 58, the Ju 52, He 111, Do 17), Andres ditempatkan di Kampfgeschwader 2 yang dilengkapi dengan pembom Dornier Do 17. Dalam pendaratan Sekutu di Dieppe (Prancis) tahun 1942, pesawat Do 217 E-4 (Werknummer 5461) U5+QU yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pemburu Spitfire Inggris. Andres berhasil selamat dengan terjun menggunakan parasut ke wilayah Jerman, tapi dua orang awaknya menjadi tawanan Inggris sementara satu orang lagi dinyatakan hilang. Tak lama setelah Andres mendapat DKiG, Geschwaderkommodore KG 2 Major Walter Bradel ikut bersamanya dalam misi malam hari ke atas udara Inggris. Tak dinyana pesawat mereka diberondong tembakan sehingga saat pulang kembali ke markas terpaksa harus mendarat darurat dengan kerusakan 80%. Bradel dan satu orang lagi tewas, sementara Andres selamat untuk kedua kalinya. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 20 April 1944 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di Stabsstaffel / Kampfgeschwader 2 (KG 2) "Holzhammer" / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 3, dan pada awal Agustus 1944 sudah menyelesaikan 100 feindflug... luar biasa ketika melihat dia adalah seorang pilot pesawat pembom yang lamban dan semuanya merupakan misi ke Inggris yang dipenuhi oleh pesawat-pesawat pemburu kualitas yahud dengan pilot jempolan, pertahanan anti udara yang rapat dan kekuatan yang berbanding jauh (terutama mulai tahun 1943 ke atas)! Setelah unitnya balik ke Jerman untuk berpartisipasi dalam Reichsverteidigung (Defence of the Reich), Andres ditugaskan untuk menjadi pilot pemburu malam (Nachtjäger) menggunakan Junkers Ju 88. Tak lama setelah tinggal landas dari Platz Gütersloh di malam tanggal 11/12 Februari 1945, pesawat Ju 88 G-1 (Werknummer 710.856) 3C+FN Andres ditembak jatuh oleh pemburu malam Mosquito Inggris di atas Oelde. Dia bersama dengan dua orang awaknya, Bordschütze Oberfeldwebel Gerhard Andrä dan Bordfunker Feldwebel Kurt Sauter, gugur dalam peristiwa tersebut. Itu adalah misi ke-10 yang dijalaninya sebagai pemburu malam dari total 130 misi dalam karirnya sebagai pilot Luftwaffe. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Flugzeugbeobachterabzeichen (1 Juli 1942); Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (3 Desember 1942)


 Generalleutnant Karl Angerstein (4 Desember 1890 – 20 September 1985) pertama kali masuk dinas militer tanggal 25 September 1911 sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Regiment 87. Dia lalu menjalani pelatihan terbang dan kemudian ditempatkan sebagai pilot di 4. Flieger-Ersatz-Abteilung, Feld-Flieger-Abteilung dan 3. Bombergeschwader. Seusai perang dia melanjutkan karirnya sebagai pilot untuk polisi perbatasan, dilanjutkan dengan menjadi Gruppenkommandeur di Kampfgeschwader 157 saat Luftwaffe dibentuk tahun 1935. Dia lalu menjadi Geschwaderkommodore untuk Kampfgeschwader 28 (9 Januari 1940 - 16 Juli 1940) dan Kampfgeschwader 1 (17 Juli 1940 - 1 Maret 1942). Angerstein dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 2 November 1940 sebagai Oberst dan Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 1 (KG 1) "Hindenburg" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 3 sebagai penghargaan atas prestasi unitnya dalam Pertempuran Prancis dan Britania. Setelah malang melintas mengisi posisi yang berhubungan dengan dunia penerbangan, pada tanggal 25 Oktober 1944 dia ganti haluan dengan menjadi Hakim-Perwira di Reichskriegsgericht (Pengadilan Perang Reich). Angerstein ditawan oleh pasukan Amerika tanggal 8 Mei 1945 dan baru dibebaskan tanggal 30 Juni 1947. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (17 April 1918); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Königlichen Preußischen Flugzeugführerabzeichen; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Dienstauszeuchnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Gemeinsames Flugzeugführer-und Beobachter-Abzeichen in Gold mit Brillanten; Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (16 Juli 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 19 Agustus 1943 dan 9 Oktober 1943


Oberstleutnant Wilhelm "Willy" Antrup (1 Februari 1910 - 24 November 1984) memasuki Deutschen Verkehrsfliegerschule di Cottbus tahun 1934 setelah lulus sekolah umum. Setelah menjalani pelatihan sebagai pilot dia bergabung dengan Luftwaffe tahun 1935. Antrup ikut ambil bagian dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939) sebagai Leutnant di Kondor Legion, dilanjutkan dengan kampanye di Polandia, Belanda, Belgia, Prancis, Britania, Barbarossa, Kiev, Kaukasus, Stalingrad, Kursk, dan banyak lagi. Dia bertugas di Kampfgeschwader 55 "Greif" dari tahun 1939 dan diangkat secara resmi sebagai Komodornya dari tanggal 8 Agustus 1943 s/d 21 November 1944 menggantikan Oberstleutnant Dr. Ernst Kühl (dan nantinya digantikan oleh Major Richard Brunner) Antrup. dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 November 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4, serta Eichenlaub #655 tanggal 18 November 1944 sebagai Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 10. Di akhir Perang Dunia II dia ditawan oleh pasukan Amerika. Pada tahun 1956 dia bergabung dengan Bundesluftwaffe sebagai Leiter der Technischen Schule der Luftwaffe dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1968 dengan pangkat Brigadegeneral. Dalam Perang Dunia II Antrup ikut serta dalam 612 misi operasional. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (1941) dan I.Klasse (1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (1941); Deutsches Kreuz in Gold #6/14 (2 Januari 1942); Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse 12 jahre (1943); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 22 Juni 1944



 Oberfeldwebel Erich Axthammer (3 Desember 1920 - ? ) adalah anak fotografer dari Neumark (Austria) yang bergabung dengan Luftwaffe bulan November 1938 beberapa bulan setelah Anschluss. Selama tahun 1941 dia ditempatkan di Front Timur bersama dengan 7./Schlachtgeschwader 1 dan menerbangkan pesawat serang-darat Henschel HS 123. Pada bulan November 1943 jam terbangnya telah mencapai 300 feindflug (misi tempur) sehingga dianugerahi DKiG. Dia lalu pindah tugas ke 1./Schlachtgeschwader 152, 5./Schlachtgeschwader 77 dan 8./Schlachtgeschwader 10 (yang terakhir bulan Agustus 1944). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 April 1945 sebagai Feldwebel dan Flugzeugführer di Stab / Schlachtgeschwader 10 (SG 10) / Luftflotte 4 setelah bertugas dalam 505 feindflug, dan merupakan salah satu dari pilot Luftwaffe terakhir yang mendapatkan penghargaan setinggi itu! Selama karir militernya, Axthammer terbang dalam 530 feindflug (300 di antaranya menggunakan Hs 123 dan sisanya dengan Focke-Wulf Fw 190). Dia mengklaim 4 pesawat Soviet yang ditembak jatuh dalam pertempuran udara (plus dua kemenangan yang tak terkonfirmasi) serta begitu banyak sasaran darat, di antaranya adalah 42 truk (plus 27 kendaraan darat lainnya), 46 kereta yang ditarik kuda, 1 ranpur, 2 tank, 2 senjata artileri, 2 senjata flak, 5 posisi artileri anti pesawat udara, 4 depot bahan bakar, 2 jembatan ponton, 1 jembatan darat, dan 2 pesawat yang terparkir di darat! Medalinya dikalungkan oleh General der Flieger Rudolf Meister sebagai perwakilan dari panglima Luftwaffe Generalfeldmarschall Ritter von Greim (saat itu Hermann Göring telah ditangkap atas perintah Hitler karena tuduhan pengkhianatan). Setelah perang usai dia selama beberapa waktu menjadi pekerja tambang sebelum bergabung dengan Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat) bulan Oktober 1958 sebagai pilot pesawat transport dan helikopter, dan pensiun tanggal 31 Maret 1973 sebagai Stabsfeldwebel. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat (8 Mei 2014, tepat 69 tahun setelah Perang Dunia II berakhir di Eropa), mantan jagoan serang-darat Luftwaffe ini masih hidup dan sehat wal-afiat di usianya yang telah menginjak 93 tahun! Axthammer dikenal rendah hati dan jujur, dan dia mengaku bahwa dia tak pernah menghancurkan tank di darat seperti klaim berbagai publikasi dan buku, padahal klaim itu sendiri didasarkan atas saksi mata yang melihat peristiwa itu terjadi serta laporan unitnya! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (10 Juni 1943) dan I.Klasse (10 Agustus 1943); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (1 Juni 1942), in Silber (6 Juni 1943), in Gold (22 Juli 1943) dan in Gold mit Anhänger (11 Agustus 1944); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (11 Oktober 1943); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (12 November 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (14 November 1943)



Oberstleutnant Hansgeorg Bätcher (13 Januari 1914 - 23 April 2003) menerima pelatihan terbang di Fliegergruppe Tutow (November 1935 - Maret 1936) sebelum bergabung dengan Kampfgeschwader 157 bulan Desember 1938. Dia ikut berpartisipasi dalam invasi Jerman atas Polandia (1939) dan Prancis (1940). Di yang terakhir Bätcher sempat tertawan tanggal 5 Juni 1940 setelah pesawatnya ditembak jatuh, tapi dilepaskan kembali ketika Prancis menyerah atas Jerman beberapa hari kemudian. Dia ditugaskan sebagai instruktur terbang selama beberapa bulan sebelum aktif kembali di front bulan Mei 1941 dengan bergabung bersama Kampfgeschwader 100 yang dilengkapi oleh pesawat pembom Heinkel He 111. Pada awal tahun 1942 unitnya terlibat dalam pemboman maritim atas kapal-kapal soviet di Laut Hitam dan Bätcher menjadi pilot pembom tersukses dalam operasi ini setelah berhasil menenggelamkan dan merusak beberapa kapal musuh. Setelah itu Bätcher berpindah tugas ke Kaukasus dan Stalingrad. Dia selalu menunjukkan prestasi yang jempolan sebagai veteran bomber sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Desember 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 100 "Wiking" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Setelah menyelesaikan misi tempurnya yang ke-658 bulan Februari 1944, Bätcher dianugerahi Eichenlaub #434 tanggal 24 Maret 1944 sebagai Major dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Jasanya begitu diperlukan sehingga dia dilarang untuk terbang dan dialihtugaskan sebagai perwira staff sampai bulan Desember 1944 ketika dibalikkan lagi sebagai perwira lapangan di Kampfgeschwader 76 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat pembom bermesin jet Arado Ar 234. Pada bulan Februari 1945 dia ditunjuk sebagai komandan KG(J) 54 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat Messerschmitt Me 262 fighter-bomber sampai dengan akhir perang. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (15 Juli 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (23 Agustus 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (3 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (8 November 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (24 November 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold #71/28 (2 Juli 1942)



Hauptmann im Generalstab Otto Edler von Ballasko (29 April 1919 - 5 Februari 2005) adalah pilot dari Austria yang bergabung dengan Flieger-Ersatz-Abteilung 16 tanggal 7 November 1938. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Britania, Unternehmen Barbarossa, Pengepungan Leningrad, Kantong Demyansk, Pertempuran Kaukasus, Pertempuran Stalingrad, Pertempuran Kursk, dan invasi Sekutu atas Sisilia. Veteran bomber yang biasa mempiloti pesawat Heinkel He 177 ini dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Kampfgeschwader 1 "Hindenburg" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 1. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika bulan Mei 1945 dan dilepaskan kembali di akhir tahun yang sama. Ballasko melanjutkan karir sebagai direktur perusahaan ban "Semperit" di Inggris. Sepanjang Perang Dunia II dia telah tercatat terlibat dalam 401 misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen (9 Maret 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (31 Januari 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (10 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (26 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger (1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (16 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (19 Januari 1942); Kroatisches Flugzeugführerabzeichen (11 Juni 1943); serta Demjanskchild (31 Desember 1943) 


 
 Hauptmann Eitel-Albert Barth (7 Februari 1915 - 5 November 2004) adalah seorang pilot pesawat pembom Luftwaffe kelahiran Rumania yang beroperasi di banyak front: Fall Gelb (1940), Pertempuran Britania (1940), Unternehmen Barbarossa (1941), Pertempuran Kiev (1941), Pertempuran Stalingrad (1942-1943), Unternehmen Zitadelle (1943), dan lain-lain. Dia tercatat pernah terluka tanggal 13 Maret 1941 dalam pertempuran udara melawan pesawat pemburu musuh, pernah terdampar di lautan dan harus diselamatkan oleh kapal Kriegsmarine (28 Mei 1941), juga pernah mendarat darurat di wilayah tak bertuan sehingga harus kembali ke pangkalannya dengan berjalan kaki (13 April 1941). Barth dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Maret 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelführer 4.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah menyelesaikan 319 misi tempur. Selama karir militernya dia sendiri telah ikut serta dalam 350 misi. Seusai perang dia meneruskan karir di Bundeswehr (1956 - 30 September 1960) dan pensiun dengan pangkat Major. Barth meninggal dunia di Flims-Dorf (Swiss) pada tahun 2004 dalam usia 88 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (9 Juni 1941); Frontflugspange für Kampfflieger; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (2 Januari 1942)


Major Herbert Bauer (16 April 1919 - 24 Maret 1997) adalah jagoan Stuka dari Austria yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #976 tanggal 31 Desember 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 2 (SG 2) "Immelmann" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah berhasil menyelesaikan misi operasional ke-700, serta Eichenlaub #618 tanggal 30 September 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Schlachtgeschwader 103 / 3.Flieger-Schul-Division / Luftflotte 10 setelah berhasil menyelesaikan misi operasional ke-1000. Selama karir militernya Bauer telah terbang dalam 1.071 misi tempur. Dia tercatat menembak jatuh 11 pesawat musuh (1 menggunakan Junkers Ju 87 "Stuka" dan 10 menggunakan Focke-Wulf Fw 190) serta menghancurkan 51 tank, dua peleton tank, serta kapal perang AL Rusia “Oktjabrskaya Revoluzia” dan sebuah kapal penjelajah di pelabuhan Kronstadt! bauer juga mengklaim 12 kemenangan udara lain yang tidak terkonfirmasi. Di lain pihak, sang jagoan fighter-bomber juga mengalami rasanya ditembak jatuh oleh pesawat atau senjata Flak musuh, termasuk di wilayah Jembatan Kuban, Bataisk (dimana dia melakukan pendaratan darurat di Taganrog), dan Stuhlweißenburg (dipaksa bail-out dalam keadaan terluka). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Juli 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (30 Oktober 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (8 Desember 1941); Deutsches Kreuz in Gold #3/40 (2 April 1942); Verwundetenabzeichen in Gold; serta Frontflugspange für Kampf- und Sturzkampfverbände in Gold mit Anhänger "Einsatzzahl 1000". Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 Hauptmann Erich Baumgartl (24 Oktober 1918 - 12 Juli 1944) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 1 November 1938. Dia ditempatkan di Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" tanggal 14 April 1941 saat berpangkat Leutnant. Sampai dengan bulan Oktober 1941 dia telah terlibat dalam 72 misi tempur di Front Timur menggunakan pesawat Heinkel He 111. Pada bulan April 1943 jumlah misinya telah menanjak jauh menjadi 262, yang sebagian besarnya berupa misi pengeboman terhadap target darat dan laut di wilayah pantai Laut Hitam. Baumgartl juga ikut berpartisipasi dalam misi di atas Stalingrad yang terkepung. Dia membuktikan diri sebagai pilot pembom yang luar biasa. Sebagai contoh adalah dalam satu misi dimana dia membombardir sebuah konvoy artileri bermotor Soviet yang memungkinkan pasukan darat Wehrmacht merebut dan mempertahankan sebuah bukit yang strategis. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Juli 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Staffel-nya kemudian berganti nama menjadi 9./LG 1 dan Baumgartl tetap dipercaya memimpin unit tersebut. Pada tanggal 17 Februari 1944 dia didapuk menjadi Gruppenkommandeur I./KG 30 yang beroperasi di Front Barat dan menggunakan pesawat Junkers Ju 88 sebagai senjata utamanya. Di malam tanggal 11-12 Juli 1944, dalam misi pengeboman pantai Sekutu di Teluk Seine, Ju 88 S-3 "4D+AH" (Werknummer 330406) yang dipiloti oleh Baumgartl ditembak oleh pesawat pemburu malam Inggris di dekat Rouen dan jatuh di barat-laut Barentin dekat jalan ke Bouville. Hanya operator radio - yang tidak diketahui namanya - yang selamat setelah terjun menggunakan parasut, sementara sisa awaknya (pilot Hauptmann Erich Baumgartl, observer Feldwebel Fritz Pleger dan gunner Unteroffizier Karl Cyrus) tewas bersama dengan pesawat mereka yang hancur. Jenazah mereka kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Beauvais. Selama karirnya Baumgartl telah terlibat dalam 350 misi tempur dengan 334 diantaranya dilakukan di Front Timur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 April 1942); Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold


Major Josef Belz


Feldwebel Günther Bierbrauer


Major Helmuth Bode


Major Richard Czekay


Hauptmann Erwin-Peter Diekwisch


Hauptmann Heinrich Eppen


Major Ludwig Franzisket


 Leutnant Hans Gaenshirt (30 Juli 1923 - 22 Desember 2010) mengabdi di 2.Staffel/Kampfgeschwader 100 sebelum kemudian dipindahkan ke Kampfgeschwader 4. Medali yang diterimanya: Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (30 November 1943), Eisernes Kreuz II. Klasse (15 Januari 1944), Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (22 Januari 1944), Eisernes Kreuz I. Klasse (7 Maret 1944), Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (17 Maret 1944), Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (14 Juni 1944), Deutsches Kreuz in Gold (24 Desember 1944), dan Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger und Einzatszahl #200 (20 April 1945)


 Major Bernhard Hamester (21 Oktober 1913 - 22 April 1945) dari Stukageschwader 3 tercatat menjalani 400+ feindflug (misi tempur) sepanjang karir militernya, dan dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (3 September 1942) serta Deutsches Kreuz in Gold (9 April 1942). Dia terbunuh saat pesawatnya terkena tembakan senjata artileri anti udara Soviet di dekat Trebbin (Jerman)


 
Oberfeldwebel Herbert Hampe (10 Oktober 1913 - 13 September 1999) adalah contoh langka seorang "bintara abadi" yang berkarir dari tahun 1931-1945, dengan sebagian besarnya dihabiskan di unit pembom Luftwaffe. Dia berpartisipasi dalam 500 lebih misi tempur yang beresiko tinggi, dan ikut terjun dalam kancah Perang Saudara Spanyol, invasi ke Polandia, Pertempuran Prancis, Pertempuran Britania, invasi ke Yugoslavia, Pertempuran Kreta, dan Front Timur! Hampe dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 April 1944 sebagai Oberfeldwebel dan Flugzeugführer di II.Gruppe / Kampfgeschwader 3 (KG 3) "Blitz" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 6. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Cruz de Guerra Cross (8 September 1939); Medalla de la Campaña de España 1936-1939 (8 September 1939); Spanienkreuz in Gold mit Schwertern (8 September 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (25 April 1940); Flyers Wing Bulgaria (25 April 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (1 Juli 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger (1942); Ärmelband "Kreta" (1942); Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger und Einzatszahl "500" (12 November 1944)


Salah satu pilot dari II.Gruppe/SG 1 yang paling berpengalaman adalah Oberleutnant Hans-Joachim Jäschke yang baru berusia 22 tahun. Dia bergabung dengan Gruppe pada awal tahun 1942 dan pada akhir bulan Maret 1944 sudah menjadi Staffelkapitän dari 4./SG 2. Pada tanggal 26 Maret 1944, tak lama setelah kedatangan II./SG 1 di pangkalan udara Rovaniemi, Finlandia, Jäschke dianugerahi Ritterkreuz. Pada saat itu dia telah menerbangkan 553 feindflug (misi tempur) dan berhasil menghancurkan 78 tank, 27 senjata artileri, lebih dari 100 truk, dan 11 jembatan! Foto di atas memperlihatkan Jäschke saat baru berada di Rovaniemi awal bulan April 1944. Salah seorang kameradnya membantu memasangkan Ritterkreuz demi konsumsi fotografer. Perhatikan medali Deutsches Kreuz in Gold (diberikan tanggal 2 Agustus 1943) versi kain dengan lingkaran metal yang dikenakannya! Jäschke juga memakai Frontflugspange in Gold dengan tulisan “500” serta medali Flugzeugführerabzeichen, juga dalam versi kain. Seperti semua pilot II./SG 1 lainnya, pada musim panas 1944 Hans-Joachim Jäschke dipaksa untuk mengganti pesawat Junkers Ju 87-nya yang terpercaya dengan Focke-Wulf Fw 190 F-8. Perubahan ini tak membawa keberuntungan baginya. Pada tanggal 21 Juli 1944, dalam sebuah serangan dalam ketinggian rendah terhadap konvoy musuh di dekat Klezcsele, Hungaria, pesawat Jäschke ditembak jatuh oleh senjata anti serangan udara. Pesawatnya terbakar hebat dan dia tidak berhasil keluar sehingga terbunuh dalam ledakan yang kemudian terjadi saat pesawatnya menabrak daratan
. Foto di atas diambil oleh seorang Hauptmann tak dikenal yang hobi fotografi dari Gruppenstab yang kemudian menjadi tawanan di Jerman selatan bulan Mei 1945. Disana tentara Amerika mengambil beberapa rol negatif filmnya yang belum dikembangkan. Film-film tersebut kemudian dikembangkan oleh Kodak di Amerika, dan berdekade-dekade setelah itu seorang kolektor menemukannya secara tidak sengaja. Foto-foto ini lalu dikembalikan lagi ke Jerman meskipun kondisinya sudah banyak yang rusak


Oberleutnant Johann Klaus adalah pilot veteran dari II./SG 1. Dia bergabung dengan II./St.G 1 bulan Juli 1942 dan pada musim panas 1944 sudah menjadi salah satu pilot terbaik Gruppe-nya! Kemampuannya yang menonjol membuat dia diserahi tanggungjawab untuk menjadi Staffelkapitän dari 6./St.G 1 bulan Agustus 1943. pada tanggal 30 Agustus tahun yang sama Klaus dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold. Setelah lebih dari 600 feindflug (misi tempur), dia dianugerahi Ritterkreuz di Rovaniemi pada tanggal 26 Maret 1944, berbarengan dengan Oberleutnant Hans-Joachim Jäschke.
Pada tanggal 20 Oktober 1944, saat menjadi komandan sementara II./SG 1, pesawat Fw 190 yang diterbangkan oleh Oberleutnant Klaus ditembak jatuh oleh senjata anti serangan udara Rusia di wilayah Ebenrode, Prusia Timur. Dia berhasil bail-out di wilayah Jerman, tapi kemudian angin malah membawa parasutnya ke wilayah yang dikuasai oleh Rusia! Klaus menderita luka serius akibat dari menghantam ekor pesawatnya ketika sedang berusaha untuk bail-out. Dia lalu ditangkap oleh Rusia dan menjadi tawanan perang sampai tahun 1949


 Oberstleutnant Helmut Mahlke (27 Agustus 1913 – 26 Desember 1998) dari Sturzkampfgeschwader 1 (StG 1) adalah jagoan Stuka yang memulai karirnya tahun 1932 di Angkatan Laut. Tiga tahun kemudian dia ditransfer ke Luftwaffe dan menjadi master strategi serang-laut yang saat itu masih dalam tahap pengembangan. Mahlke terlibat dalam kampanye Jerman di Prancis, Dunkirk, Pertempuran Britania, pemboman Malta, Afrika Utara, Tobruk, dan Front Timur. Dia dianugerahi Ritterkreuz setelah dalam 159 misi tempur berhasil menghancurkan dua kapal perusak, satu kapal selam, serta 29 kapal suplai (selain juga merusakkan sebuah kapal penjelajah serta kapal-kapal lain yang lebih kecil)! Mahlke terpaksa "pensiun dini" setelah pesawatnya terbakar dan dia terluka parah, yang memaksanya menghabiskan sisa perang di posisi staff. Setelah perang dia bergabung dengan Bundeswehr (16 November 1955 - 30 September 1970) dan pensiun dengan pangkat Generalleutnant. Medali-medali yang diraihnya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 jahre (2 Oktober 1936); Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachter Abzeichen (19 Desember 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Agustus 1939); Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes (19 Desember 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (16 April 1940) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (16 Juli 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (8 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (15 Juni 1942); Deutsches Kreuz in Gold (31 Maret 1944); serta Frontflugspange für Schlachtflieger in Gold (8 September 1944)



Sumber :
 
Buku "Die Ritterkreuzträger der Kampfflieger (Knights Cross Holders of the Bombers)" karya Jochen Kaiser
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille: The Life Story of the Star of Africa" karya Franz Kurowski 
Majalah "Luftwaffe im Focus Spezial" No.1 tahun 2003
Foto koleksi pribadi Docarchiv
Foto koleksi pribadi Sepp45
www.en.wikipedia.org
www.en.ww2awards.com
www.forum.axishistory.com

www.historicalwarmilitariaforum.com
www.luftfahrtverlag-start.de
www.luftwaffe.cz
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: