Tuesday, December 2, 2014

Foto Sturzkampfgeschwader 3 (StG 3) / Schlachtgeschwader 3

RITTERKREUZTRÄGER


Hauptmann Johann "Hans" von Bargen (14 Oktober 1914 - 6 Juli 1944) telah terlibat dalam kancah pertempuran udara sebagai pilot Stuka dari hari pertama perang dan ikut berpartisipasi dalam kampanye di Polandia, Prancis dan Yunani. Unitnya, I./StG 3, kemudian ditransfer ke Afrika Utara dimana, sebagai seorang Oberleutnant dan Gruppenadjutant, dia menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam serangan-serangan pembom tukik terhadap benteng-benteng Inggris di padang pasir. Von Bargen dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 September 1942 sebagai Oberleutnant dan Adjutant I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 3 (StG 3) / Fliegerführer Afrika / Luftflotte 2. Unitnya kemudian dipindahkan ke Rusia tahun 1943 dan disana Bargen menjadi ajudan Geschwaderkommodore Kuhlmey di sektor utara Front Timur. Sebagai seorang Gruppenkommandeur I./SG 3, pada tanggal 6 Juli 1944 Von Bargen dinyatakan hilang dalam misi udara di wilayah sekitar Äyräpää/Tanah Genting Karelia (Finlandia tenggara), saat terbang bersama dengan Gefechtsverband Kuhlmey. Sepanjang karirnya dia telah terlibat dalam 400+ misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse (25 Agustus 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (19 Maret 1942)



 
Major Erhard Jähnert (17 Agustus 1917 - 23 Juli 2006) menunjukkan ketertarikannya pada dunia penerbangan di masa remaja saat menjadi anggota NSFK (Nationalsozialistisches Fliegerkorps). Pada tahun 1936 dia bergabung dengan Luftwaffe, dimana dia dilatih sebagai pilot. Pada tahun 1938 dia mengikuti Militärflugzeugschule (Sekolah Terbang Militer) di Kaufbeuren, dan setelah lulus langsung ditugaskan ke II.Gruppe / Schlachtgeschwader 122. Pada tahun 1939 dia berpartisipasi dalam invasi ke Polandia, setelah sebelumnya mendapatkan pelatihan untuk menerbangkan pesawat Junkers Ju 87 'Stuka'. Pada tahun 1940 dia merasakan terbang di atas Prancis dan Inggris bersama dengan unitnya. Pada bulan Desember 1940 dia dipindahkan ke wilayah Mediterania, dimana dia melakukan misi-misi tempur di atas Malta dan Afrika Utara. Pada musim semi tahun 1943 dia dipindahkan lagi, dan kali ini ke Front Timur. Disinilah Jähnert dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 18 Mei 1943 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 3 (StG 3). Selama karirnya, dia berpartisipasi dalam ± 622 misi tempur bersama dengan StG 3 dan StG 2. Jähnert tercatat menghancurkan lebih dari 25 tank musuh, dan juga pernah menenggelamkan tiga kapal perusak Soviet hanya dalam waktu satu hari! Dia mengklaim bahwa pada tanggal 30 April 1945, beberapa hari sebelum perang berakhir di Eropa, dia dianugerahi Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya. Hanya saja, tidak ada bukti tertulis untuk mendukung pernyataannya tersebut. Pangkat terakhirnya adalah Major, yang diberikan kepadanya pada bulan Mei 1945. Di akhir perang dia ditangkap oleh pasukan Inggris di Flensburg setelah terbang bersama dengan sisa-sisa unitnya dari wilayah Kurland yang terkepung oleh Tentara Merah. Jähnert kemudian dilepaskan pada bulan Juli 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Oktober 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (2 Juli 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (4 Agustus 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (25 Agustus 1941); Italian Medaglia d'argento al Valore Militare (6 Desember 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für besondere Leistungen im Luftkrieg (18 Maret 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (17 Juni 1942)





Sumber :
Buku "Das waren die deutschen Stuka-Asse 1939-1945" karya Georg Brütting
www.luftwaffe39-45.historia.nom.br
www.ww2awards.com

No comments: